19 Tahun di Malaysia Diduga Korban Pjtki Fiktif Asal Lampung Selatan, Kasiah (59 thn) ditemukan Pihak Keluarga Terlantar Seminggu di Batam

Spread the love
494 Views

Meracara Batam – Waktu yang terus bergulir tak terasa hampir 19 tahun Keluarga kecil asal Lubuk Kanyas Pekon Napal Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus ( alamat setelah pemekaran Kabupaten Lampung Selatan ke Kab. Tanggamus),sebelumnya beralamat Lubuk Kanyas Pekon Napal Kec. Pardasuka Kabupaten Lampung Selatan ini sedih bercampur bahagia,kenapa ??

Kronologis ceritanya,karena himpitan ekonomi saat itu ( 19 tahun yg lalu ) hingga memaksa Kasiah untuk berangkat mengais rezeki ke negeri Malaysia dengan maksud agar mendapat kehidupan yg lebih layak ke depan hingga Kasiah melalui jasa Pjtki yg nama Pjtkinya belum dapat di kompirmasi berangkat sebagai TKI ke negeri Malaysia.

Namun entah apa yg terjadi ia ( Kasiah-red ) tersangkut di Negeri Malaysia dengan status tanda tanya kurang lebih 19 thn lamanya ( lost contact ) dgn keluarga serta akhirnya harus menerima nasib yg tragis di usia senjanya yaitu terlantar di Batam ( -+ seminggu ) & diselamatkan oleh satu keluarga kecil yg rendah hati yg enggan disebutkan namanya di daerah Tiban Kelurahan Patam Lestari Kec. Sekupang

Julian anak Kasiah yg di tinggal Kasiah waktu berusia 7 thn peluk mamah tersayang saat jumpa di Tiban Sekupang Batam.

Besar kemungkinan diduga Kasiah setelah dibuang Pemerintah Malaysia karena status administrasi yg tak jelas serta besar dugaan Kasiah dibuang di pelabuhan tikus Batam, hasil investigasi meracara.com di seputaran Batam

Masih dalam kesempatan yg sama Khabar yg sempat viral di Facebook maupun Wa2 group di warga batam tersebut ternyata dapat menghantarkan impormasi ini terhadap salah satu keluarganya hingga kepada anak kandungnya yg saat ini bermukim di daerah Tangerang.

Julian anak kandung korban yg dapat di hubungi meracara.com membenarkan kalau itu ibunya ” iya bg itu ibu saya dan sy hari ini meluncur ke Batam ” tutur julian pada meracara.com ” saat dikompirmasi melalui telepon genggamnya,”insyaallah hari ini sy berangkat dari bandara Soekarno Hatta Cengkareng pukul 15.30 wib ini 1/11/19 karna sy & istri tinggal di tangerang bg ” sambungnya.

Ditempat terpisah meracara.com mencoba menghubungi salah satu paguyuban yg konon kabarnya adalah Paguyuban masyarakat asal Lampung yg ada di Kepri khususnya Batam, IKBL – Kepri ( Ikatan Keluarga Besar Lampung ) Prov Kepri Moh. Zaenal ( Waketum IKBL Kepri ) melalui pesan whatsapp nya namun sayang sampai berita ini selesai dikemas beliau belum bisa berikan balasan. (Novizul Khoy)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *