Tanggamus Diguncang Gempa

Spread the love
121 Views

Meracara Tanggamus – Polres Tanggamus dan jajaran bergerak cepat memantau situasi terkini di wilayah Kabupaten Tanggamus pasca gempabumi Tektonik M=3.4 pada Minggu, 03 November 2019, pada pukul 18:38:43 WIB.

Berdasarkan keterangan sejumlah Kapolsek yang memiliki pantai, pantau situasi disana seluruhnya dalam keadaan kondusif, tidak ada hal yang mencurigakan.

Seperti di sampaikan Kapolsek Kota Agung AKP Muji Harjono, SE mengatakan, pihaknya telah memeriksa tepian pantai dan situasinya aman.

“Situasi Kota Agung dan sekitarnya terpantau aman. Anggota sudah disebar dibeberapa titik,” kata AKP Muji Harjono melalui sambungan telfon.

Hal sama diutarakan, Kapolsek Pematang Sawa Ipda Ridwansyah, bahwa berdasarkan pemantauan di pesisir pantai Pematang Sawa, kondisi perairan dalam situasi aman.

“Gempa tadi di Pematang Sawa, ada warga yang merasakan cuma tidak besar, namun pasca gempa tersebut tidak ada kerusakan dan pemantuan air laut tidak naik,” terang Ipda Ridwansyah.

Sementara itu, dari wilayah Kecamatan Limau, Kapolsek Limau AKP Ichwan menyampaikan bahwa pasca gempa di wilayah hukumnya dalam situasi aman.

“Seputar wilayah hukum Polsek Limau situasi aman kondusif,” ucapnya.

Selanjutnya, wilayah hukum Polsek Cukuh Balak juga seluruhnya terpantau aman dan kondusif. “Pantau di Cukuh Balak Aman,” tegas Kapolsek Ipda Eko Sujarwo, SH. M.Si.

Pantauan juga dilakukan di wilayah Polsek tidak memiliki pantai yakni Polsek Pulau Panggung. Kapolseknya Iptu Ramon Zamora, SH. mengatakan wilayahnya aman.

“Di Polsek tidak terasa, hingga saat ini terpantau aman,” kata Iptu Ramon.

Sebelumnya, Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hendro Nugroho merilis analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=3.4 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 5.29 LS – 104.6 BT.

“Tepatnya berada di darat pada jarak 23 km barat laut Tanggamus, Lampung dengan kedalaman 1 kilometer,” tulisnya.

Lanjutnya, jika ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi Dangkal akibat aktivitas Sesar Semangko.

Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Kota Agung dengan Skala Intensitas II – III MMI.

“Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” jelasnya.

Lanjutnya, hingga laporan ini dibuat pukul 19:02 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut,” himbaunya.

Ia juga menegaskan agar masyarakat memastikan informasi resmi Gempabumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/). (Rodial/Zah/Ok)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *