PENJARINGAN PEMILIHAN BADAN HIMPUNAN PEMEKONAN (BHP) PEKON GURING DIDUGA CURANG

Spread the love
505 Views

Meracara Pematang Sawa — Pemilihan Badan Himpunan Pemekonan (BHP) Pekon Guring telah selesai dilaksanakan. Pemilihan tersebut bertempat di Kantor Pekon Guring kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus, Senin (15/10/19).

Adapun kandidat yang mencalonkan diri menjadi anggota BHP yaitu Mat Subari, Sulaiman, Ali Koni dan Batin Azuddin Talib,  dari hasil pemilihan BHP yang terpilih menjadi anggota  yaitu Mat Sobari, Sulaiman dan Ali Koni. Pemilihan tersebut dihadiri Pj. Kakon Amrizal dan Aparatur Pekon setempat.

Mirisnya, dalam kontestasi ini diduga ada kecurangan dimana salah satu pemilih Rafe uddin dipengaruhi oleh Zainuddin (Penghulu) selaku Panitia Penjaringan BHP dari tokoh agama yang mengarahkan agar Rafe uddin memilih salah satu kandidat calon BHP atas nama Ali Koni. Saat dikonfirmasi di rumahnya Rafe uddin, ia membenarkan bahwa dia ditelpon oleh Zainuddin (Penghulu) agar supaya dirinya memenangkan Ali Koni “Bahwa benar saya diarahkan oleh Penghulu (Zainuddin) agar saya memilih Ali Koni, saya ditelponnya,” Kata Rafe uddin.

Masih ditempat yang sama Batin Azuddin Talib salah satu kandidat calon BHP membenarkan bahwa dia tidak terima perbuatan curang dilakukan oleh Zainuddin alias Penghulu ini dimana tidak seharusnya Panitia yang seharusnya netral “Mengkampanyekan” salah satu calon anggota BHP yaitu Ali Koni ke salah satu pemilih seperti Rafe uddin.

Ketua LPM Pekon Guring Mahyadi Malik dalam pernyataannya menerangkan bahwa Ali Koni saat ia maju mencalonkan diri kandidat calon anggota BHP masih menjabat Sekretaris LPM Pekon Guring. Menurut Mahyadi hal ini cacat hukum dikarenakan dalam Perda Kabupaten Tanggamus Nomor 8 Tahun 2015 Tentang BHP pada BAB. V. Hak, Kewajiban dan Larangan. Pasal 12 ayat (2) tertulis sbb: Pimpinan dan Anggota BHP dilarang. a. Merangkap jabatan sebagai Kepala Pekon dan/atau perangkat Pekon dan LPMD, BUMD, RT, RW, atau Organisasi mitra pemerintah Pekon.

” Saya sudah sampaikan pada Ali Koni saat ia mengurus persyaratan akan maju sebagai kandidat calon BHP, bahwa ia selaku sekretaris LPM Pekon Guring belum mengundurkan diri karena dalam jabatan anggota BHP tidak boleh rangkap jabatan sesuai yang tertulis di Perda Nomor 8 Tahun 2015 tentang BHP, kalau diteruskan cacat hukum dan saya ketika dilaksanakan pemilihan anggota BHP, saya tidak diundang panitia padahal saya mempunyai hak suara juga dalam pemilihan BHP dikarenakan saya Ketua LPM” Ungkapnya.

“Saya tidak terima perbuatan Panitia Zainuddin mengkampanyekan salah satu kandidat calon anggota BHP, hal ini tidak bisa dibenarkan, kalau seperti ini cacat hukum pemilihan BHP ini, harus pemilihan ulang,” Ujar Azuddin Talib saat memberikan keterangan pers di kediamannya.

Azuddin menambahkan, Seharusnya Orang yang tidak netral seperti ini tidak dilibatkan didalam kepanitiaan. Terlebih yang bersangkutan mengatas namakan Tokoh Agama. Hal ini sangat jelas tidak bisa di benarkan. Kami minta supaya dilakukan pemilihan ulang. Karena di duga pemilihan BHP ini cacat hukum hal ini telah disampaikan Azuddin selaku calon Kandidat anggota BHP dengan mengirim surat kepada Pj. Kepala Pekon Guring yang tembusannya disampaikan ke Camat Pematang Sawa, Bupati Tanggamus dan Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus tertanggal 30 Nopember 2019 yang pada inti surat meminta agar Pj. Kakon Guring dalam pemilihan pengurusan BHP diulang karena melanggar Perda Kabupaten Tanggamus Nomor 8 Tahun 2015 Tentang Badan Hippun Pemekonan alias cacat hukum. (Rodial).-

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *