Saatnya Revolusi Biru Untuk Pesisir Barat Lampung

Spread the love
149 Views

Oleh : Yazmi Dona, SH, MM

Keberhasilan revolusi hijau dalam sejarah pertanian indonesia seharusnya bisa menginspirasi kita untuk membuat lompatan yang lebih besar dalam mewujudkan revolusi biru. revolusi biru adalah suatu perubahan yang sangat besar dalam pengelolaan sistem kelautan dan perikanan di indonesia untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa.

Realita sekarang sebanarnya sama dengan ketika era 80-an dimana banyak potensi laut yang belum termaksimalkan, pola tangkap ikan yang cenderung merusak, dan sedikitnya minat anak muda menjadi nelayan sebagaimana dulu sangat sedikit minat untuk menjadi petani adalah akar permasalahan kelautan dan perikanan, saat ini.inti dari revolusi biru adalah perubahan mendasar dari pola pikir masyarakat yang tadinya mengandalkan sumber energi dari darat, agar mulai memikirkan untuk ke maritim/lautan.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa 60% wilayah indonesia adalah wilayah maritim. tapi sangat disayangkan bahwa bangsa indonesia sekarang masih keasyikan dengan ke”daratannya” sehingga melupakan laut yang mengandung berjuta-juta potensi ini. kita lupa bahwa nenek moyang kita dulu adalah seorang pelaut seperti lagu yang sering kita dengar pada waktu sekolah dasar. tapi sayangnya, “warisan” keberanian nenek moyang kita ini terancam luntur dari generasi muda.

Sekedar sebuah persiapan

Pesisir Barat yang memiliki luas  2.346,07 Km2 dan terdiri dari luas darat 65.766 Ha, serta laut 168.941 Ha memiliki potensi yang terlengkap di Provinsi Lampung.

Tidak ada suatu lompatan besar yang disiapkan dengan seadanya. persiapan lingkungan dalam menyongsong revolusi biru harus dimulai dari sekarang. dalam asumsi saya, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah mempersiapkan program untuk mendukungnya. entah benar atau tidak, toh cuma sebuah asumsi yang bisa benar atau salah. kita lupakan asumsi tersebut. lantas apa yang kita persiapkan untuk menyongsong revolusi biru?

Yang pertama, mindset kita sendiri harus kita rubah dari yang semula hanya ingin bekerja di darat untuk berani terjun ke laut. atau bagi yang sekarang masih terlena dengan aktivitasnya di darat, harap mulai berfikir untuk menjadi seorang pelaut, nelayan atau pengusaha budidaya ikan. yang kedua adalah persiapan masalah sumber daya manusia (SDM). meskipun bukan kapasitas saya dalam mengelola ini, namun kadang saya juga merasa miris dengan sedikitnya minat anak muda atau mahasiswa yang mengambil jurusan perikanan atau kelautan. mereka lebih bangga menjadi karyawan perusahaan besar daripada menjadi pengusaha kelautan atau nelayan. parahnya lagi adalah mahasiswa yang sudah mengambil jurusan kelautan atau perikanan, justru tidak mau turun kelaut mengelola sumber daya kelautan dan perikanan. yang ketiga adalah minimnya badan penelitian dan pengembangan tentang produk perikanan. meskipun sebenarnya Indonesia mempunyai tenaga ahli yang handal, namun sarana untuk risetnya sangat terbatas. hal ini tentu sangat merugikan sektor kelautan karena bagaimanapun juga di dunia moderen saat ini riset memegang peranan penting untuk sebuah kemajuan termasuk masalah kelautan dan perikanan. hal ini juga diperparah dengan rendahnya daya serap teknologi tepat guna yang telah berhasil diteliti untuk digunakan oleh petani atau nelayan.

Kebanyakan mereka masih menggunakan alat-alat kuno yang cenderung merusak lingkungan. dan yang terakhir adalah perlunya mengembangkan spesies baru yang selama ini belum dilirik oleh investor. salah satunya adalah kuda laut. hewan yang pernah dijadikan logo di perusahaan minyak di negri ini sebetulnya memiliki potensi ekspor yang cukup besar dan harganya pun juga relatif mahal yaitu sekitar 25 ribu sampai 50 ribu per ekor.

Mungkin dengan momentum revolusi biru sekaranglah merupakan momentum yang tepat untuk mengangkat kuda laut sebagai komoditas perikanan nasional.

Dalam pepatah arab disebutkan “tidak ada suatu kemuliaan tanpa sebuah kesungguhan” ya, kesungguhan kitalah yang nanti akan menenrukan berhasil atau tidaknya revolusi biru untuk kemakmuran rakjat Pesisir Barat, Dan umumnya bangsa Indonesia.
#birupesisirbarat

Sumber : dari berbagai sumber yang relevan

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *