Home Stay Batu Mandi, Diduga Tidak Berizin dan Kerap Dijadikan Transit Wanita Nakal

Spread the love
1.331 Views

Meracara Pulau Pisang – Home Stay Batu Mandi yang terletak dipinggiran Pantai Pasar Pulau Pisang , diduga tidak mempunyai izin Operasional dan bahkan diduga tempat Transit Wanita Nakal, Senin (30-12-2019).

Menurut warga stempat yang enggan disebutkan namanya, Home Stay Bantu Mandi yang didirikan Oleh Suharen dan dikelola oleh anaknya Marzuki yang telah beroperasi tidak mempunyai izin lengkap, dari izin tetangga, IMB, Situ ,Siup dan izin lainnya.

Lanjut menurutnya, Home Stay ini sudah berdiri selama 3 (tiga) tahun lebih yang dikelola oleh anak beranak, lokasinya pun berada dibibiran pantai, tanpa mengindahkan aturan yang ada tentu ini pelanggaran yang dilanggar dan harus ditertibkan.

Dinas Perizinan dan Pariwisata harus ambil langkah tentang izin yang diduga tidak dilengkapi ini, sebelum beroperasi tentu pengelola harus membuat izin yang sesuai dengan peraturan dan perundang undangan yang berlaku, ini harus segera disikapi oleh dinas terkait. “Paparnya”

“Selanjutnya pula Home Stay ini diduga tempat transit dan penginapan yang sering menerima tamu yang membawa wanita nakal, ini tentu menjadi keresahan warga dan masyarakat sekitar lokasi home stay,” Ungkapnya.

Tentang transit ini wanita nakal ini tentu diharapkan Polisi dan Polisi Pamong Praja harus ini ikut andil mengamankan dan menegor Pemilik dan Pengelola home stay ini, bahkan jika terbukti aparat yang berwenang harus melakukan pembinaan terjadap pemilik dan pengelola.

Warga sekitar lokasi home stay berharap agar pemilik dan pengelola bisa mematuhi dan menjaga kenyamanan masyarakat sekitarnya. “tutupnya”.

(Red)

Print Friendly, PDF & Email

2 thoughts on “Home Stay Batu Mandi, Diduga Tidak Berizin dan Kerap Dijadikan Transit Wanita Nakal”

  • Hendri Gunawan

    Desember 30, 2019 at 9:03 pm

    Berita adalah laporan peristiwa atau catatan tentang sebuah kejadian. Sebuah peristiwa dipastikan mengandung keenam unsur berita tersebut:

    WHO — SIAPA terlibat dalam peristiwa: pelaku, korban, pemeran utama, peran pengganti, figuran, orang, lembaga, organisasi, dsb.

    WHAT — APA yang terjadi, kejadian apa, peristiwa naon, acara apa?

    WHEN –KAPAN kejadiannya, iraha kajadianana, unsur waktu. Biasa ditulis, misalnya, Senin (22/4).

    WHERE — DI MANA kejadiannya, tempat acaranya di mana, unsur tempat. Biasa ditulis, misalnya, “di Depan Gedung Sate Jln Diponegoro Bandung” atau “di Kampus UIN Bandung”.

    WHY — KENAPA terjadi demikian, apa penyebabnya, apa latar belakangnya, apa tujuannya, mengapa itu dilakukan, dsb.

    HOW — BAGAIMANA proses kejadiannya, apa saja acaranya, siapa saja pembicaranya, ada polisi gak, rusuh gak, damai-damai saja, diguyur hujan, pemateri ngomong apa saja, dsb.

    Maaf berbagi supaya pembaca ikut senang membaca beritanya 🙏🙏🙏

    Reply
    • Yazmi Dona

      Desember 31, 2019 at 6:21 am

      Trims atas sarannya

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*