Lurah Pasar Krui dan Camat Pesisir Tengah Jangan TUTUP MATA!!!

Spread the love
672 Views

MERACARA.COM, PESISIR BARAT – Masyarakat Pemangku Pasar Mulya Selatan Kelurahan Pasar Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat, Harapkan Pemerataan Pembangunan, Selasa (14-01-2020).

Kabupaten ini diresmikan tahun 2012, artinya Pesisir Barat sudah 7 (tujuh) tahun berdiri, namun 18 Kepala Keluarga belum merasakan Pembangunan dan Bantuan Pemerintah Menyentuh ke warga, baik infrastruktur dan bantuan lainnya, “Pungkas Cik Yuli.

Bagaimana kami ingin sekali merasakan bantuan, karna 18 rumah kepala keluarga ini berada dipinggiran Pemda Kabupaten ini dan kami berada dipinggiran kali, Sungai Way Tuwok yang rawan banjir dan berdampak penggerusan linggiran sungai, “jelas Edi Mozar.

Keinginan kami tentu tidak berlebihan, kami ingin Lurah dan Camat, Dinas Sosial, Dinas PU agar bisa memperhatikan keadaan masyarakat, karna tentu kami butuh bantuan pemerintah ini, “Jelasnya.

Lebih rinci lagi, kami butuh Pengerasan Jalan, Pembuatan Irigasi, Talud Penahan Abrasi Sungai, karna dikala hujan lebat terjadi, kami masyarakat Pemangku Pasar Mulia Selatan tepatnya warga Gang Mts Nu rawan terjadi banjir, “Pungkasnya.

Ada salah satu Contoh lagi, tentang penempatan titik PJU (Penerangan Jalan Umum) lampu tenaga surya ini jelas kurang manfaat, pemasangan didepan rutan dan depan jalan raya besar (depan Gang NU – Rutan) ini jelas kurang manfaat, sedangkan kami yang berada didalam yang tidak ada penerangan dan jalan yang gelap tidak ada penerangan jalan sama sekali, “menurut Bambang Hermanto.

Yang anehnya lagi saat kami butuh, saat jembatan Mts. NU diterjang banjir satu tahun yang lalu, Camat dan Lurah tak berikan solusi dan terkesan TUTUP MATA, kami hanya ingin merasakan juga tentang pemerataan pembangunan, “Pungkasnya.

Sebenarnya kami ini berada dilokasi strategis, kami berada dilingkungan yang mewah, ada Bank Lampung, ada Indomart dan disamping Perkantoran Pemkab Pesisir Barat, untuk ini kami harap Camat dan Lurah jangan cuma duduk dikantor, jangan-jangan Camat dan Lurah tak perduli dengan warga sekitar, “Lanjutnya.

Disini juga ada warga yang rumah tidak layak huni, mereka berlantai tanah dan berdinding papan sisa sawmil, inipun jelas harus mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial, “Tambahnya.

Kami warga disini juga sudah pernah mengusul kan selama 2 tahun berturut yakni tahun 2018 dan 2019, tapi sampai sekarang tak ada titik terang dan kejelasan dari dinas terkait, “Tutupnya.

(RED)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *