Miris, Acapkali Onggokan Sampah Plastik Limbah Rumah Tangga Cemari Air Irigasi Way Lalaan

Spread the love
319 Views

MERACARA.COM, Tanggamus – Tumpukan sampah limbah rumah tangga teronggok dibiarkan begitu saja dipintu pembagian air irigasi di Pekon Kampung Baru, tepatnya disamping rumah warung Egan/ Mainar (13/01/2020).

Lokasinya dekat dengan pusat Pemerintahan Kabupaten Tanggamus dan Destinasi Wisata Way Lalaan. Dimana Pemerintah Kabupaten Tanggamus saat ini sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan dan menggalakkan kebersihan lingkungan dengan cara pengurangan sampah-sampah plastik, setiap ASN dibagi botol Tumbler untuk mengurangi limbah plastik sebagi upaya mendapat Piala Adipura yang diidamkan Kabupaten Tanggamus.

Yang terpenting sekali saat ini, Bupati Tanggamus Hj. Dewi Hadajani, SE., MM. memprogramkan 55 Aksi Bupati Ramah Tegas Unggul ( RATU ) saat ini konsen sekali pada kebersihan lingkungan dan pengurangan sampah-sampah plastik.

Akibatnya, tumpukan sampah limbah rumah tangga tersebut menyumbat saluran air dikarnakan selain pintu pembagian air irigasi disitu juga gorong-gorong dan jalan raya yang dilalui orang dan kendaraan umum lalu lalang.

Menurut Asmainar, penumpukan sampah limbah rumah tangga ini acap kali terjadi di samping warungnya apalagi ketika hujan deras sampah tidak pernah diangkut, cuma ditaruh saja dipinggiran bantaran irigasi, jika tumpukan sampahnya membeludak airnya sering meluap dan banjir ke jalan raya berikut material sampahnya seperti plastik kantong, sampah plastik bekas air mineral, staterfoam bekas barang elektronik, sampah-sampah dedaunan, ranting kayu dan sampah bekas alat-alat rumah tangga lainnya, ” Kalau zaman dulu, Pak Poniman petugas kebersihan irigasi ini bersih terus, hujan-hujanan dia membersihkan sampah, pas dia gak ada lagi digantikan anaknya, sekarang gak tahu sapa petugas yang ngebersihin gak ada lagi, sampah-sampah gak pernah diangkut cuma ditaruh gitu aja dipinggir irigasi, itu numpuk aja sampahnya.” katanya.

Arpan Ketua Koligan Tanggamus

Ketua Koalisi Ormas Peduli Lingkungan dan Hutan (KOLIGAN) Kabupaten Tanggamus, Arpan A.R, menanggapi (14/01/2020) persoalan penumpukan sampai di lokasi irigasi Pekon Kampung Baru Kecamatan Kota Agung Timur, ” Miris saya mengetahui adanya penumpukan sampah plastik, statefoam, plastik sisa air meneral dan limbah rumah tangga, itu bahan-bahan berbahaya mengandung zat berbahaya, apa lagi bahan plastik dipintu pembagian air irigasi Pekon Kampung Baru, itu tidak bisa diurai oleh tanah, nah hal ini berdampak pada kerusakan lingkungan misalnya banjir bandang dan tanah longsor dan berdampak pada kesehatan masyarakat terjadinya penyakit kanker, harapan saya selaku aktivis lingkungan ( KOLIGAN, red ) agar pihak-pihak terkait segera bertindak agar tidak terjadi bencana nantinya.” tegasnya.

Pihak Kecamatan Kota Agung Timur, saat dimintai tanggapannya (15/01/2020) terkait persoalan penumpukan sampai dipintu pembagian air irigasi tepatnya disamping Warung Egan/Asmainar tersebut, bahwa benar wilayah Kecamatan Kota Agung Timur itu dari Pekon Teba sampai Pekon Batu Keramat, namun persolan sampah itu bukan tupoksi dari Seksi Trantip Kecamatan melaikan tupoksi dari bagian Pengairan dinas PUPR Kabupaten Tanggamus, yang jelas jika ada bidang ada seksinya ada petugas kebersihannya dan pastinya ada anggarannya untuk kebersihan irigasi.

“Wilayah Kecamatan Kota Agung Timur ini dari Pekon Teba sampai Pekon Batu Keramat itu jelas, namun terkait persoalan penumpukan sampah disaluran irigasi samping warung Egan itu bukan tugasnya Seksi Trantip Kecamatan, itu tugas bidang pengairan yang mengurusi irigasi, sepengetahuan saya yang mengurusi urusan sampah itu bapaknya Yanto setelah bapaknya tidak lagi digantikan Yanto sekarang diangkat PNS setelah itu siapa petugasnya saya tidak tahu lagi, kalau ada bidang ada seksi (Dinas Bidang Pengairan, red) jelas itu ada anggarannya, pertanyaanya kemana anggaran tersebut ?” tegasnya Zubaidi Kasi Umum dan Keuangan Kecamatan Kota Agung Timur.

Terpisah, Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Tanggamus, Dhani Riza Efriansyah, S.T terkait berita ini (16/01/2020) menanggapi.

Bahwa berpisah, Kepala Bidang Pengairan PUPR Kabupaten Tanggamus, Dinas Riza Efriansyah, S.T terkait berita ini (16/01/2020) menanggapi, bahwa benar Dinas PUPR Tanggamus bidang Pengairan akan melakukan pembersihan memakai exavator mini namun ketika akan dibersihkan keesokannya terjadi banjir di Semaka ( 09/01/2020), jadi petugas dan alat-alatnya dikirim ke Semaka untuk membantu membersihkan sisa-sisa material banjir.

Terkait masalah kebersihan di irigasi Way Lalaan itu, Dhani menjelaskan bahwa akan dilakukan normalisasi dikarnakan terjadi penyumbatan digorong-gorong jalan raya dan jalan raya itu milik provinsi, seharusnya provinsi namun tetap akan dibantu oleh Dinas PUPR Tanggamus bidang Bina Marga.

Masalah petugas kebersihan irigasi itu sudah ada 2 orang namun saat ini sedang kerahkan ke Semaka untuk membantu penanggulangan bencana dan anggaran belum disahkan.

Himbauanya, agar supaya masyarakat menyadari supaya jangan membuang sampah sembarangan apa lagi di irigasi dikhawatirkan terjadi penyumbatan dan banjir.

” Ini berita bagus, sebenarnya akan kita bersihkan namun ketika itu keesokannya terjadi banjir di Semaka, jadi alat-alat dan petugasnya kita kerahkan kesana, terkait petugas dan anggaran kebersihan irigasi petugasnya sudah ada 2 orang sedang kita kerahkan kesana untuk melakukan pembersihan material banjir dan kalau masalah anggaran, anggaranya belum disyahkan. Himbauan saya agar masyarakat jangan buang sampah sembarangan, jangan buang sampah disaluran irigasi kalau terjadi banjirkan masyarakat juga yang kena dampaknya.” Ungkapnya.

(Rodial).-

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *