Tentang CSR, Pihak Bank Lampung Krui Klarifikasi

Spread the love
267 Views

MERACARA.COM, PESISIR BARAT – Angga Wijaya Praja Menanggapi Tentang Pemberitaan “Warga Akan Somasi Bank Lampung Krui, Tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan” pada (19/01) di Kantor Bank Lampung Krui Kelurahan Pasar Krui Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat, Selasa (21-01-2020).

Menurut Angga (sapaan akrab) jabatan Kepala Unit Bank Lampung Krui, penerapan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai terjemahan dari CSR (Corporate Social Responsibiliti) implementasi dari UU No 40 Tahun 2006 Pasal 1, tentu kami akan taat dengan ketentuan Undang-Undangan yang ada.

Menanggapi apa yang disampaikan warga, kami berharap warga lingkungan setempat bisa berkoordinasi ataupun bersilaturahmi kekantor kami untuk membicarakan hal hal yang memang nanti bisa membantu warga, “Koordinasi saja, kita obrolkan sama sama,”katanya.

Untuk CSR tahun 2018 dan tahun 2019 sudah kami realisasikan ke pihak Pemkab Pesisir Barat yakni melalui BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), yang kami kucurkan berdasarkan petunjuk undang-undang 2.5 persen dari nilai keuntungan Selama dua tahun terakhir, “paparnya”.

“Untuk nilai yang kami kucurkan cukup pantastis, dan mudah mudahan tahun berukutnya akan kami kucurkan kembali sesuai dengan nilai yang sesuai dengan perhitungan pasti dan tidak menyalahi Undang-undang, “lanjutnya.

Selanjutnya diharapkan pada warga lingkungan Bank Lampung untuk membuat semacam usulan dan proposal pada Bapeda dan ditembuskan ke Bank Lampung. Tutupnya

Dilain tempat Yazmi Dona (Kantor Hukum Gebok NN) sebagai Perwakilan Warga mengatakan sangat berterimakasih atas tanggapan Pihak Bank Lampung, tentu ini kami tanggapi Positive artinya pihak yang bersangkutan peka dan respon apa yang disampaikan warga melalui media online Meracara.com.

Harapan kita sebagai perwakilan warga, pihak Bank Lampung bener bener komitmen dan menjaga lingkungan secara bersama sama, terlepas besar atau kecil warga setempat menginginkan perhatian khusus Pihak Bang Lampung dan Pemkab melalui BAPPEDA untuk mengucurkan dana CSR tersebut kepada lingkungan terdekat, bukan lingkungan terjauh, “lanjutnya.

Kewajiban Bank Lampung apa cuma 2018 dan 2019 saja, bagaimana pada tahun sebelumnya (2017,2016,2015,2014), apakah tahun sebelumnya itu tetap dikucurkan dan pembangunannya bertitik lokasi apa dan dimana ????? “paparnya.

Warga menginginkan pihak Bank lampung tetap menerima apa yang menjadi usulan warga, karna lingkungan sekitar betul betul butuh , “tutupnya.

(Tiara)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *