Mengenang Perjalanan Sejarah Bangsa Pemkab Gelar Haul Gusdur, Disertai Bedah Buku Undang-Undang Adat Krui

Spread the love
182 Views

MERACARA.COM, PESISIR BARAT – Haul Gusdur, disertai bedah buku undang-undang Adat Krui yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna ( GSG ) Selalau Labuhan Jukung Krui, Senin ( 03/02/2020 ).

Hadir dalam acara tersebut, Asisten I Audi marfi, Penulis Buku Adat Krui, Hislat Habib, 16 Marga Sai Batin, Penggiat Klasika Chepry.C Hutabarat, PCNU Pesisir Barat, Ormas UKP Pesisir Barat, serta para Dinas terkait lain nya.Dalam sambutan Bupati Pesisir Barat yang diwakili oleh Asisten I Audi Marfi mengatakan, “Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat sangat berterima kasih serta mengapresiasi atas terselenggaranya acara Haul Gusdur, serta bedah buku tentang Undang-Undang Adat Krui. Ini menandakan bahwa, Krui Kabupaten Pesisir Barat ini khusus nya bukanlah daerah yang baru, tetapi sejak jaman Balanda dahulu Krui memang sudah ada dan masuk ek kewedanaan Bengkulen, semua arsip mengenai sejarah Krui ini semuanya tersimpan rapi di Musium Leaden Denhag Belanda,” Ungkap nya.”

Ini adalah momentum untuk mengenang perjalanan sejarah Bangsa ini, terutama khusus nya masyarakat Krui tempo dulu, agar generasi muda Pesisir Barat kedepan nya mengerti akan perjalanan sejarah serta adat istiadat yang ada di Krui, yang saat ini dikenal dengan sebutan Para Sai Batin dan Para Ulama.

Dengan ada nya Undang–Undang Adat Istiadat Krui ini, diharapkan kepada generasi muda yang ada di Krui ini bisa menjadi Duta untuk memberikan penjelasan tentang sejarah bagai mana kehidupan Krui tempoe dulu serta adat budaya nya kepada mereka yang ingin tau tentang sejarah Krui ini,” Harap nya.

Terselenggara nya acara ini untuk mengenang Gusdur juga, untuk mempublikasikan buku tentang Undang-Undang Adat Krui, sebagaimana oleh penelitian Balitbang bahwa salah satu naskah tentang Undang-Undang Adat Krui kini tersimpan rapi di Musium Denhag Belanda, dan akan menjadi sejarah bagi bangsa indonesia khusus nya Pesisir Barat ini,”Ungkap nya”Dengan ada nya ini akan menjadi transfer berbagi wawasan serta keilmuan kita sebagai generasi penerus bangsa, mengutip dari perkataan Bung Karno Presiden pertama Republik Indonesia bahwa bangsa yang besar tidak akan melupakan sejarah.” Tutup nya.

(RED)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *