Ada Apa Dengan Soepadi. AS ? Sang Calon Kakon Tanjung Anom !!!

Spread the love
358 Views

MERACARA.COM, TANGGAMUS – Tanggamus dalam waktu dekat ini akan menghelat Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Pekon Serentak tahun 2020, penutupan pendaftaran Calon Kepala Pekon Tanjung Anom pada tanggal 9 Februari 2020, tanggal 10 s/d 17 Februari 2020 proses seleksi dan verifikasi berkas pencalona bakal calon Kepala Pekon Tanjung Anom Kecamatan Kota Agung Timur, dipertanyakan masyarakat dan menjadi polemik.

Dimana di Pekon Tanjung Anom ada 3 (tiga) bakal calon Kepala Pekon Tanjung Anom, Supadi, Gisruh dan Sumardi. Pada tanggal 10-17 Februari 2020 pemeriksaan kelengkapan berkas oleh Bagian Tapem Pemda Tanggamus.

Salah seorang bakal calon kepala Pekon atas nama Supadi berkas persyaratan berupa KTP, KK dan Ijazah diduga manipulatif, kejanggalannya nama yang tertera di KTP dan KK memakai nama SOEPADI. AS., sedangkan diijazah SMA memakai nama SUPADI, polemiknya adalah KTP dan KKnya bernama SOEPADI. AS.

Sedangkan diijazah bernama SUPADI nampak kelemahan perbedaan abjad/huruf nama yang tertera diberkas sebagai persyaratan pencalonan Kepala Pekon yang diajukan oleh Panitia Pilkakon Tanjung Anom diketuai oleh Suharyono yang nota benenya seorang berprofesi Guru.

Dikarnakan data SOEPADI. AS meragukan oleh pihak Bagian Tapem Pemda Tanggamus dikembalikan ke Panitia agar diperbaiki dan Panitia Pilkakon menyelusuri keberadaan ijazah SD di SD N Tanjung Anom namun disekolah tersebut tidak ada arsip ijazah atas nama Supadi atau Soepadi. AS.

Selajutnya ditelusuri oleh Panitia Pilkakon ke SMP N Kota Agung Timur namun tidak ada arsip atas nama Supadi atau Soepadi. AS, lalu dibuatkan Surat Keterangan Kehilangan ijazah SD dan SMP dari kepolisian lalu dibawa ke SMA Negeri 1 Kota Agung oleh pihak SMA dibuatkan Surat Keterangan bahwa nama yang tertera diijazah SMA Soepadi. AS., untuk merubah nama yang tertera di ijazah Supadi dengan maksud untuk mengubah abjad/huruf nama Supadi menjadi nama Soepadi. AS., oleh Panitia Pilkakon data-data persyaratan tersebut dibawa ke Tapem.

Menurut narasumber (2/3/2020), hal ini suatu perbuatan diduga ada indikasi rekayasa dan manipulasi data dikarnakan dibuku induk SD N Tanjung Anom dan SMP N Kota Agung Timur nama yang tertera Supadi bukan Soepadi. AS., hal ini yang menurut Nara sumber mengarah ke pidana dikarnakan diduga ada pemalsuan data dan laporan palsu dikepolisian dikarnakan ijazah adalah dokumen negara, tidak semudah itu untuk mengubah indentitas seseorang dalam dokumen negara.

Harapan masyarakat supaya dalam demokrasi Pilkakon ini benar-benar murni tanpa ada rekayasa dan manipulasi seperti ini.

” Ini aneh sekali, saya dapatkan informasi ini dari pihak Panitia Pilkakon bahwa berkas salah seorang calon kandidat kepala Pekon berkas-berkas persyaratannya bermasalah, kronologisnya bahwa nama kandidat atas nama Supadi atau Soepadi. AS.

Diceritakan panitia Pilkakon kepada saya berkas-berkas tersebut dikembalikan Tapem ke Panitia lalu ditelusuri ijazah SD di SD N Tanjung Anom namun kata Panitia asrip ijazah atas nama tersebut tidak ada disekolahan, terus ditelusuri ke SMP N Kota Agung Timur namun disekolahkan itu tidak ada arsipnya juga namun dibuku induknya ada atas nama Supadi bukan Soepadi. AS.

Seperti yang tertera di KTP dan KK lalu ke SMA N 1 Kota Agung oleh pihak SMA dibuatkan Surat Keterangan ijazah atas nama Soepadi. AS., arsipnya juga tidak ada dan dibuku induk tidak ada, ini yang menurut saya aneh, ada apa ? Kalau berkasnya aja meragukan kenapa calon kandidat kakon atas nama Soepadi. AS., atau Supadi ini dipertahankan.

Harapan saya agar proses demokrasi Pilkakon di Tanjung Anom ini berjalan dengan baik dan murni, kalau prosesnya aja tidak murni bagai mana hasilnya nanti.” ungkap Nara sumber yang mewanti wanti agar namanya tidak disebutkan.

Terpisah, Ketua Panitia Pilkakon Suharyono membenarkan informasi dari masyarakat ini, memang benar ada polemik terkait data persyaratan salah satu calon Kepala Pekon Tanjung Anom atas nama Soepadi. AS., alias Supadi.

Menurut Suharyono memang betul adanya seperti itu terkait perbedaan nama antar antara KTP dan KK dengan nama Soepadi. AS., yang diijazah dengan nama Supadi, hal ini lagi diproses oleh pihak panitia di Tapem sebagai eksekutor bisa atau tidaknya yang bersangkutan maju dalam Pilkakon itu finalnya Tapem yang menentukan bisa atau tidaknya maju dalam pilkakon.

Saat ini proses verifikasi berkasnya masih di Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Pemda Tanggamus, Suharyono dalam keterangannya tidak mau berspekulasi dikarnakan mengikuti proses yang dilakukan pihak Tapem menunggu sampai tanggal 5 Maret 2020, dimana kendala terkait proses persyaratan berkas dan tanggal 7-8 Maret 2020 tahapan pengambilan nomor.

“Apa yang disampaikan ke saya itu (informasi masyarakat) akurat betul, jadi begini panitia itu hanya sebagai jembatan, kami panitia tidak tertutup, publik harus tahu, saya inginnya aman, nyaman dan kondusif.

Permasalahan ini belum tuntas terkait ijazah SD dan SMP dan sebagainya, saya tidak bisa memberikan opini berlebihan itu bukan wewenang kami dan kami sifatnya hanya menjembatani bisa atau tidak maju dalam pilkakon finalnya di Tapem.” ujarnya.

Saat diminta tanggapan, konfirmasi via WA ke Bakal Calon Kakon an. Soepadi. AS/ Supadi, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban dari yang bersangkutan.

(Rodial)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *