Pembahasan Berputar-putar, Rapat Pansus Pilkakon Tidak Ada Putusan

Spread the love
174 Views

MERACARA.COM, TANGGAMUS – Lima jam lebih pembahasan aduan bakal calon kepala pekon di DPRD Tanggamus tidak ada keputusan.

Pembahasan ini adalah pembahasan resmi karena dihadiri Tim Pemilihan kepala pekon (pilkakon) tingkat kabupaten, yang dihadiri Plh Sekda Tanggamus Fathurrahman.

Selain itu ada Kepala Bagian Tata Pemerintahan Wawan Haryanto, Kabag Hukum Arif Rahmat, dan perwakilan dari Kejari, Polres Tanggamus dan Kodim 0424 Tanggamus.

Sangat disayangkan sekali sejak pembahasan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB tidak ada putusan bagi para balon yang menyampaikan aduan setelah gagal jadi calon pilkakon.

Pembahasan hanya berputar-putar pada usia yang bisa pengaruhi nilai skor. Kedudukan Universitas Lampung yang beri pengumuman hasil tes seleksi batasan balon. Tudingan kurangnya sosialisasi berdampak balon tidak paham persyaratan untuk maju.

Sedangkan fokus keputusan bagi para balon yang mengadu kurang. Padahal dalam pertemuan itu banyak para balon yang hadir dan ingin tahu keputusan terhadap aduan yang disampaikan pada Senin (9/3) lalu.

Menurut Yoyok Sulistiyo, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pilkakon di DPRD Tanggamus ada belasan laporan aduan yang diterima pihaknya. Harapannya ada keputusan pasti soal aduan tersebut.

“Hasil pembahasan kami berikan waktu bagi tim kabupaten untuk membahas ulang keputusan aduan. Nanti kami diberikan hasilnya,” ujar Yoyok.

Ia menerangkan, aduan-aduan yang masuk seperti dari Pekon Ampai, Kecamatan Limau soal usia dan adanya ralat keputusan. Itu dinilai merugikan salah satu balon yakni Turmaningsih.

Balon tersebut semula dinyatakan lolos dan bisa ditetapkan sebagai calon. Namun ada ralat keputusan dirinya tidak lolos, dan balon lain semula tidak lolos jadi lolos dan bisa ditetapkan sebagai calon.

Kemudian Pekon Pekon Gunung Meraksa, Kec. Pulau Panggung, soal aduan persyaratan yang tidak diumumkan padahal itu ada nilainya. Dan pertanyakan kedudukan Unila sebagai pihak yang umumkan bukan Pemkab Tanggamus.

Pekon Gunung Doh Kec. Bandar Negeri Semong, soal kesalahan perhitungan umur. Balon masih tergolong 50 tahun tapi digolongkan 51 tahun. Sehingga nilainya rendah.

Pekon Tirom Kec. Pematang Sawa, soal pemberkasan yang tidak tersosialisasi berdampak pada hasil nilai pemberkasan.

Pekon Way Halom, Kec. Gunung Alip, soal pernah jalani hukuman, berulang-ulang. Balon mengklaim baru satu kali maka tidak berulang-ulang.

Pekon Sinar Bangun Kec. Bandar Negeri Semong, soal pengumuman persyaratan yang minim. Maka balon tidak lampirkan keterangan pernah dua kali jabat kepala pekon.

Pekon Tanjung Begelung Kec. Pulau Panggung, soal berkas yang hilang. Berkas sudah diserahkan ke panitia pilkakon tapi dilaporkan ke kabupaten tidak ada berkasnya.

Pekon Sukaraja, Kec. Talang Padang soal balon yang tidak ada ijazah tapi tetap bisa jadi calon. Adanya hanya surat keterangan yang terbit 2015 lalu.

Pekon Sinar Jawa, Kec. Air Naningan tentang adanya balon yang palsukan dokumen dan kini bisa lolos sebagai calon.

Pekon Tulung Asahan, Kec. Semaka, tentang balon semula mengaku tidak punya ijazah, lalu tiba-tiba serahkan surat keterangan, dan tiba-tiba juga serahkan ijazah paket C.

Pekon Antar Brak, Kec. Limau tentang pemalsuan dokumen.

Pekon Way Kerap, Kec. Semaka, tentang pengumuman hasil tes yang berjeda dua hari bukan saat itu. Dan pengalaman kerja jadi BHP tidak ada nilainya.

Pekon Kaur Gading, Kec Cukuh Balak soal usia dan hasil tes seleksi.

Menurut Fathurrahman, Wakil Panitia Pilkakon Serentak 2020. Semua aduan itu harus dipertimbangkan dan dibahas bersama dengan Panitia Kabupaten, seperti Kapolres Tanggamus, Dandim 0424/ Tgm dan Kajari Tanggamus.

“Kami perlu minta pendapat dari Kapolres dan Dandim dan mereka belum tentu waktunya pasti. Maka tunggu sampai ada waktu dan kami bahas bersama mereka,” kata Fathurrahman.

Ia mengaku tidak bisa pastikan target hasil pembahasan sebab banyak pertimbangan dan ada pihak lainnya yang terkait. Dan nanti hasilnya diberikan ke pansus melalui WA.

(Rodial)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *