Banjir Bandang di Semaka Terjadi Lagi, Mayat-mayat Bermunculan

Spread the love
74 Views

MERACARA.COM | TANGGAMUS – Pasca banjir dan longsor di wilayah Kecamatan Semaka, sejumlah penggal jalan tertutup material longsor, Rabu (30/9/20) malam.

Pantauan di lokasi, terdapat empat titik material longsor diantaranya 2 titik di Pekon Way Kerap dan dua titik berada di Pekon Sedayu.

Adapun titik terparah berada di simpang Pekon Sedayu dimana material longsor setinggi 1,5 meter beserta batang-batang kayu menutup penggal jalan tersebut.

Kemudian titik selanjutnya tanjakan Sedayu juga terpantau tertutup material
longsor menutup beberapa titik dan jalan tersebut hanya terjangkau sepeda motor sementara mobil tidak dapat melintas.

Akibat tertutupnya penggal jalan tersebut, jalan lintas barat sementara tidak dapat di lalui dan sementara arus lalu lintas yang akan menuju Pesisir Barat dialihkan ke jalan lintas tengah atau sementara memasuki kantong parkir.

Sekda juga menghimbau kepada masyarakat dari arah Bandar Lampung menuju Pesisir Barat agar mencari rest area terdekat atau kantung-kantung parkir. Demikian juga sebaliknya.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah Pekon sempat terendam banjir antara lain Pekon Sedayu, Waykerap, Sukaraja, Kacapura, Bangunrejo dan Kanoman.

Belum diketahui jumlah rumah warga tergenang maupun kerugian, sebab masih dalam pendataan pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Selanjutnya Sekretaris daerah kab tanggamus Hamid H lubis bahwa di wilayah sekitar pekon Sukaraja di perkirakan 100 rumah warga sempat tergenang. Bahkan akibat jebolnya tanggul di pekon setempat terdapat pemakaman yang tergenang hingga di temukannya 1 mayat yang muncul ke permukaan.

Dan mayat yang bermunculan kepermukaan tanah tersebut. Dikarnakan derasnya banjir melanda pemakaman di Pekon Sukaraja. Sudah di evakuasi ke ruang isolasi Puskesmas rawat inap pekon Sukaraja Semaka.

Pada saat dievakuasi mayat tersebut disaksikan oleh BPBD Kab. Tanggamus, anggota Dewan Didik dari praksi PDIP, camat Semaka dan kepala pekon Sukaraja dan warganya.

Sementara, Didik anggota DPRD Tanggamus menambahkan bila sudah ada keluarga yang mengakui mayat tersebut. Maka pihak warga akan bersama sama akan memakamkan mayat yang muncul ketika banjir terjadi kembali.

Ditempat terpisah, warga meminta kepada pemerintah daerah agar BPBD dan Aparat terkait segera turun dan mengirimkan bantuan alat berat. Tokoh Adat setempat Dalom Mara Suttan M. Bhasori meminta agar segera tanggul dibangun permanen dan kokoh agar terhindar banjir bandang lagi. Akibat dari meluapnya sungai-sungai yang di terpa hujan berintensitas tinggi.

” Sudah 3 (tiga) kali ditahun ini Semaka ini terjadi banjir bandang. Belum hilang dari ingatan kita banjir bulan lalu. Saat ini banjir bandang lagi. Kami minta agar BPBD Tanggamus dan aparat terkait segera turun menyelamatkan warga. Harapannya tanggul ini dibangun permanen agar kokoh. Apa lagi saat ini intensitas curah hujan cukup tinggi. Tanggul jebol dan sungai-sungai meluap. Parit-parit atau drainase tidak bisa menampung air. Akibatnya banjir terjadi lagi.” ungkapnya Dalom. (Rodial/Anton).

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *